Pemkot Jakbar Gencar Lakukan Pembersihan Sampah di Wilayah Banjir: Aksi Cepat Tangani Krisis Lingkungan!

redaksi
02, Februari, 2026, 07:54:47
Pemkot Jakbar Gencar Lakukan Pembersihan Sampah di Wilayah Banjir: Aksi Cepat Tangani Krisis Lingkungan!

Suarapublic.com Selamat datang di Website Suarapublic yang penuh informasi terkini. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Analisis Artikel Tentang " Pemkot Jakbar Gencar Lakukan Pembersihan Sampah di Wilayah Banjir Aksi Cepat Tangani Krisis Lingkungan" Mari kita bahas tuntas hingga bagian penutup tulisan.

Pascabanjir, perhatian terhadap kebersihan lingkungan menjadi sangat penting. Pemerintah Kota Jakarta Barat tidak hanya fokus pada pengangkutan sampah, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga kebersihan. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, melakukan peninjauan terhadap penanganan sampah dan pengurukan sungai di wilayah terdampak banjir. Pengangkutan sampah yang dilakukan pemerintah daerah bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman.

Pemkot Jakarta Barat telah melaksanakan pembersihan sampah di sejumlah lokasi yang terdampak banjir. “Karena armada truk sampah tidak dapat menjangkau seluruh gang sempit di permukiman, pihak kami mengambil kebijakan untuk mengumpulkan sampah di titik-titik tertentu agar memudahkan proses pengangkutan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA),” jelas Iin. Langkah tersebut diambil agar penanganan sampah pascabanjir lebih efektif dan efisien.

Dalam penanganan pascagenangan, fokus utama adalah pada pengelolaan sampah. Iin menyebutkan, Suku Dinas Lingkungan Hidup (Sudin LH) bekerja sama dengan unsur lainnya dan masyarakat untuk mengangkut sampah dari pemukiman. Proses pengangkutan sampah ini berlangsung secara bertahap di wilayah Jakarta Barat. Truk pengangkut juga dikerahkan untuk mempercepat pembersihan di lokasi-lokasi seperti Rawa Buaya.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah memberikan instruksi kepada Wali Kota Jakarta Barat untuk menyelesaikan permasalahan sampah secara menyeluruh setelah terjadinya banjir. Iin mengimbau masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, karena praktik tersebut menjadi salah satu penyebab utama banjir. “Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan agar tidak membuang sampah, terutama ke sungai,” tegasnya.

Pengumpulan sampah di titik-titik tertentu merupakan solusi untuk masalah akses kendaraan di kawasan permukiman. Sisa tumpukan sampah yang masih ada ditargetkan dapat diatasi dalam waktu dekat. “Kita ingin lingkungan kembali bersih dan aman bagi warga,” ujarnya. Penting bagi masyarakat untuk tidak sembarangan membuang sampah agar tumpukan sampah yang tersisa bisa segera diangkut dan tidak menimbulkan masalah lebih lanjut bagi lingkungan.

Di kawasan Rawa Buaya, proses pengangkutan sampah mulai menunjukkan hasil yang positif. Sejak hari Minggu, setelah memastikan debit air surut, pengangkutan sampah telah berjalan dengan lancar. Iin menyatakan, “Kami langsung bergerak cepat dalam mengatasi masalah ini.” Di tengah situasi seperti ini, dukungan warga sangat dibutuhkan untuk memastikan proses pengangkutan ke TPA berjalan tertib dan lancar.

Selain berasal dari permukiman, sampah yang diangkut juga datang dari wilayah lain yang terbawa aliran sungai saat banjir. “Kami mengimbau warga Jakarta Barat untuk mulai mengurangi sampah dari sumbernya. Kelola sampah rumah tangga dengan baik, bahkan menjadikannya pupuk organik,” ujarnya. Ia menambahkan, hingga saat ini sudah ada 20 truk sampah yang berhasil diangkut dari wilayah tersebut.

Iin menerangkan bahwa jika armada Sudis LH terbatas, maka sudis lain yang mempunyai truk untuk membantu pengangkutan. Instruksi ini diberikan saat Iin meninjau kondisi Kali Sepak, Kembangan, Jakarta Barat. Dalam rangka menindaklanjuti persoalan ini, Pramono memerintahkan Wali Kota Jakarta Barat agar meningkatkan sosialisasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan aliran sungai.

Pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan tak bisa diabaikan. Pramono juga meminta agar dibuat aturan yang tegas guna mencegah warga membuang sampah ke sungai, terutama di titik-titik rawan seperti kawasan Cengkareng Drain. Tujuannya adalah untuk menjaga aliran sungai dan meminimalisasi risiko banjir di wilayah tersebut.

Dengan adanya tindakan kolektif ini, diharapkan lingkungan bisa kembali bersih dan aman untuk warga. Hal ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain tentang pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan pascabanjir.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.