Resilience Aceh: Proses Pemulihan Dimulai dengan Pembersihan Jalan dan Saluran Air Secara Serentak

redaksi
02, Februari, 2026, 07:54:48
Resilience Aceh: Proses Pemulihan Dimulai dengan Pembersihan Jalan dan Saluran Air Secara Serentak

Suarapublic.com Selamat datang di Website Suarapublic yang penuh informasi terkini. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Nasional Yang Berjudul " Resilience Aceh Proses Pemulihan Dimulai dengan Pembersihan Jalan dan Saluran Air Secara Serentak" Dapatkan gambaran lengkap dengan membaca sampai habis.

Di Desa Kubu, Kecamatan Peusangan Siblah Krueng, Kabupaten Bireuen, aksi nyata dilakukan oleh TNI dengan menerjunkan ekskavator untuk membersihkan sisa lumpur yang menghambat akses warga. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemulihan fasilitias umum di Aceh yang dilakukan secara menyeluruh. dalam suasana gotong royong bersamanya, para prajurit TNI berkolaborasi dengan masyarakat setempat untuk membersihkan lapangan futsal yang sebelumnya tertutup lumpur di Desa Petrik, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

Pemulihan fasilitias umum di Aceh memang terus dipercepat. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, rangkaian kegiatan pembersihan dan perbaikan sarana publik dilaksanakan secara serentak. Melihat kondisi darurat yang telah terjadi, TNI menurunkan alat berat untuk membersihkan ruas jalan yang terdampak longsor di Blangkejeren-Kutacane/Agra di Kecamatan Putri Betung, serta Dusun Berawang Salam di Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues.

Tak hanya itu, di Desa Sah Raja, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, prajurit TNI serta warga setempat melaksanakan pembersihan gorong-gorong menggunakan sekop dan cangkul. ini menjadi bukti kuat bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam mengembalikan fungsi sarana dan prasarana publik. Pembersihan ini memang sangat diperlukan untuk mengatasi endapan lumpur dan material sisa banjir yang menghalangi aktivitas sehari-hari.

Di lokasi lain, seperti Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, TNI juga melaksanakan pembersihan ruas jalan. Juga, saluran air di Desa Beurawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya mendapatkan perhatian yang sama. Tidak hanya itu, fasilitas umum lain yang turut dibersihkan termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) Meureudu di Kabupaten Pidie Jaya.

Sebelum pembersihan dilakukan, tampak jelas bahwa lantai kantor KUD tersebut tertutup lumpur. Untuk mengatasi hal ini, buldoser milik Zeni TNI AD dikerahkan untuk menyingkirkan lumpur kering yang menutupi jalan raya. Dengan usaha yang cukup keras, prajurit TNI dan warga menggunakan sekop untuk menyingkirkan timbunan lumpur yang ada. Meja, lemari, dan kotak-kotak kayu yang berserakan pun berhasil ditata kembali setelah proses pembersihan selesai.

Usai semuanya dibersihkan, barang-barang yang sempat berserakan tersebut berhasil disusun rapi dan tidak ada lagi sisa-sisa lumpur yang menjadi penghalang aktivitas. Hal ini merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan wilayah-wilayah yang terdampak bencana di Sumatra. Dengan adanya perbaikan fasilitas-fasilitas ini, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dan melanjutkan aktivitas sehari-hari dengan normal kembali.

Infografis tentang hilangnya 4 kampung akibat banjir dan longsor di Aceh memberikan gambaran nyata tentang dampak dari bencana tersebut. Tindakan pembersihan dan pemulihan ini menjadi landasan penting bagi masyarakat untuk mengatasi kesulitan dan kembali membangun kehidupan mereka. Kegiatan ini tidak hanya mencerminkan kehadiran TNI, namun juga semangat gotong royong yang masih hidup di antara warga setempat, demi tercapainya Aceh yang lebih baik.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.