33 Ribu Bibit Mangrove Ditanam di Pesawaran Lampung: Langkah Inspiratif dalam Memperkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir!

redaksi
28, Januari, 2026, 08:28:54
33 Ribu Bibit Mangrove Ditanam di Pesawaran Lampung: Langkah Inspiratif dalam Memperkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir!

Suarapublic.com Selamat membaca semoga bermanfaat. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Catatan Penting Tentang " 33 Ribu Bibit Mangrove Ditanam di Pesawaran Lampung Langkah Inspiratif dalam Memperkuat Ketahanan Ekosistem Pesisir", Tetap ikuti artikel ini sampai bagian terakhir.

Keterlibatan masyarakat menjadi aspek paling penting dalam mendukung keberlanjutan program pelestarian lingkungan. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan oleh PLN UID Lampung. Dalam program ini, PLN bersinergi dengan masyarakat dan TNI untuk menanam puluhan ribu mangrove di daerah Pesawaran. Aktivitas ini bertujuan untuk mencegah abrasi dan mendukung keberlangsungan lingkungan yang lebih baik.

Manager Komunikasi PLN UID Lampung, Darma Saputra, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang untuk lingkungan yang memberikan manfaat ekologis serta sosial bagi masyarakat pesisir. Dengan merevitalisasi sabuk hijau di pesisir, PLN tidak hanya berupaya memulihkan daya dukung lingkungan yang terdegradasi, tetapi juga menjamin keberlangsungan sumber daya hayati bagi masyarakat di sekitar. Keterlibatan aktif gugus tugas Srikandi dalam kegiatan ini semakin mempertegas pengarusutamaan gender dalam sektor ketenagalistrikan yang inklusif dan berwawasan lingkungan.

Pegawai PLN UID Lampung pun terlibat langsung dalam penanaman mangrove di pesisir Pesawaran sebagai langkah nyata untuk mendukung keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. Melalui penanaman sebanyak 33.000 mangrove, PLN UID Lampung berkomitmen untuk menghadirkan energi yang andal, ramah lingkungan, dan berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.

Pada laporan yang dihimpun oleh Liputan6.com, PLN UID Lampung telah mendorong keberlanjutan lingkungan pesisir melalui kegiatan penanaman 33.000 bibit mangrove di wilayah Pesawaran. Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas ekosistem pesisir, melindungi habitat biota laut, serta menjadi penyangga alami terhadap degradasi lingkungan. Penanaman mangrove ini juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob melalui kolaborasi dengan TNI, pegawai PLN, dan masyarakat setempat.

Proses penanaman dilakukan di Marines Eco Park Pesawaran, yang melibatkan pegawai PLN UID Lampung bersama Brigif 4 Marinir. Anak-anak muda dan masyarakat sekitar juga turut serta aktif dalam membantu proses penanaman, sehingga menciptakan ikatan yang kuat antar berbagai pihak. Saputra juga menambahkan bahwa kegiatan penanaman ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 14, yang menekankan pada perlindungan serta pengelolaan wilayah pesisir dan laut secara berkelanjutan.

Inisiatif ini tidak hanya berkaitan dengan ekologis, tetapi juga sejalan dengan visi perusahaan dalam transisi energi yang berkelanjutan. PLN berkomitmen tidak hanya pada pasokan listrik yang andal, tetapi juga pada keberlanjutan bumi sebagai rumah bersama, memastikan generasi penerus dapat menikmati kualitas hidup yang lebih baik di masa depan. Beberapa tokoh masyarakat, seperti Kepala Dusun Warna Sari, Sulaeman, dan Ketua RT 4, Ibu Ismawati, turut hadir dalam kegiatan ini, menggambarkan dukungan luas dari masyarakat.

Lebih lanjut, inisiatif hijau ini menjadi bukti nyata keseriusan PLN dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam operasionalnya. Sinergi lintas pemangku kepentingan memperkuat usaha perlindungan wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan dampak perubahan iklim. Dengan menggelar kegiatan yang diikuti aktif oleh Srikandi PLN UID Lampung, ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menjaga ekosistem dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Penanaman ribuan vegetasi bakau ini diharapkan mampu membentuk sabuk hijau yang efektif dalam menyerap emisi karbon yang berlebihan. Di sisi lain, kegiatan ini merupakan bagian dari peta jalan perusahaan menuju target Net Zero Emission. Sejalan dengan visi transisi energi, mangrove kami pandang sebagai akar kehidupan yang menopang keseimbangan ekosistem, ujar Saputra, menandai pentingnya proyek ini.

Langkah strategis ini membuktikan bahwa tanggung jawab korporasi tidak hanya terfokus pada aspek teknis penyediaan listrik. Ini meluas pada upaya pemulihan daya dukung Bumi yang semakin penting. Langkah restorasi ini dipandang bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai investasi ekologis jangka panjang yang vital. Hutan mangrove yang nanti tumbuh subur berfungsi sebagai blue carbon untuk memitigasi dampak pemanasan global.

Dengan merawat akar-akar kehidupan di pesisir, PLN sebenarnya membangun fondasi peradaban yang tangguh terhadap ancaman perubahan iklim. Upaya ini memastikan bahwa setiap watt energi yang diciptakan sejalan dengan kelestarian alam yang harus diwariskan kepada generasi mendatang dalam kondisi yang lebih baik dan lebih asri.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.