Said Abdullah PDIP Serukan OJK dan Bursa untuk Berbenah Pasca IHSG Terjun Bebas!
Suarapublic.com Selamat membaca semoga bermanfaat. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Pembahasan Mengenai " Said Abdullah PDIP Serukan OJK dan Bursa untuk Berbenah Pasca IHSG Terjun Bebas" Baca artikel ini sampai habis untuk pemahaman yang optimal.
Dalam beberapa hari terakhir, perhatian publik tertuju pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan signifikan. Hal ini mengindikasikan adanya isu yang lebih besar di pasar saham Indonesia. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR, Said Abdullah, menyoroti bahwa penurunan ini terjadi seiring dengan keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah emiten besar Indonesia dari pemeringkatan global mereka. Situasi ini menuntut perhatian serius dari semua pihak yang terlibat di pasar modal.
Said Abdullah menekankan bahwa penurunan nilai kapitalisasi IHSG di hari perdagangan terbaru menunjukkan kepercayaan pelaku pasar terhadap bursa saham Indonesia. Namun, angka yang jauh lebih besar dibanding indeks sebelumnya juga menandakan adanya keprihatinan. Masyarakat perlu memahami bahwa perbaikan harus dilakukan. Para pihak harus berbenah, membuka diri untuk menerima koreksi yang konstruktif dari siapapun, terutama masukan tentang pembenahan administrasi yang disarankan oleh MSCI, tegasnya.
MHSG mengalami tekanan yang signifikan pada Rabu (28/1/2026), dengan penurunan mencapai 7,3 persen. Ini memaksa otoritas bursa untuk melakukan penghentian sementara perdagangan atau trading halt. Kapan hal ini terjadi, banyak investor bertanya-tanya tentang apa yang menyebabkan penurunan tajam tersebut. Said menunjukkan pentingnya pertanyaan kritis yang mencerminkan kepercayaan publik. Dari aksi jual kemarin dan aksi beli hari ini, apakah investor mendapat untung? ungkapnya.
Ia berpendapat bahwa koreksi dari MSCI harus ditangani dengan hati-hati dan bijaksana. Ini bisa menjadi momentum bagi otoritas pasar modal untuk melakukan pembenahan struktural yang lebih baik. Pelaku pasar, otoritas bursa, dan OJK harus menangkap pesan MSCI sebagai koreksi konstruktif untuk membangun indeks yang lebih sehat, kata Said dalam keterangannya pada Kamis (29/1/2026).
MSCI sebelumnya memberikan alasan di balik keluarnya beberapa emiten dari indeks mereka, termasuk persoalan free float, likuiditas riil, dan transparansi. Said pun menyoroti bahwa rendahnya literasi masyarakat terhadap informasi pasar dapat berkontribusi pada masalah ini. Hal ini perlu mendapat perhatian dari OJK, tuturnya. Dia menggarisbawahi pentingnya praktik second opinion dalam dunia bisnis agar pemangku kepentingan bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas dan akurat.
Meskipun terjadi penurunan yang besar, ada sedikit sinyal positif pada perdagangan hari kedua di mana nilai aksi beli tercatat lebih besar dibandingkan dengan aksi jual. Namun, Said tetap waspada. Ia mengingatkan bahwa MSCI adalah lembaga pemeringkat global yang memiliki pengaruh besar terhadap arus modal. Selain itu, MSCI memiliki afiliasi dengan pelaku pasar besar yang dapat memengaruhi keputusan investasi secara signifikan. Kondisi ini dapat mengakibatkan dampak serius bagi investor ritel, terutama pemula, ujarnya.
Dampak negatif dari penurunan IHSG bisa mengakibatkan trauma bagi investor baru. Said menyampaikan bahwa saat ini hanya ada sekitar 19 juta investor saham domestik di Indonesia, dibandingkan dengan lebih dari 160 juta investor di bursa negara lain seperti New York Stock Exchange. Dampaknya bisa sangat traumatis. Mereka bisa jera bermain saham, imbuhnya.
Lebih lanjut, Said menjelaskan bahwa arus keluar dana asing dalam dua hari terakhir mencapai Rp 6,12 triliun. Temuan ini tidak boleh diabaikan, tetapi juga tidak bisa diterima secara mentah tanpa evaluasi menyeluruh. Ia juga mengingatkan semua pihak penting untuk memahami bahwa kedalaman pasar saham Indonesia masih terbatas, dan upaya untuk meningkatkan literasi investasi harus terus dilakukan.
Dalam menghadapi tantangan ini, Said Abdullah mendorong adanya lembaga pemeringkat alternatif yang dapat menantang laporan MSCI. Ini penting untuk memastikan bahwa investor global tidak hanya menerima satu versi penilaian, melainkan menggali informasi yang lebih komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.