Optimalisasi Kantin Sekolah: Wakil Kepala BGN Serukan Pemberdayaan Mitra SPPG untuk Program MBG

redaksi
28, Januari, 2026, 08:28:51
Optimalisasi Kantin Sekolah: Wakil Kepala BGN Serukan Pemberdayaan Mitra SPPG untuk Program MBG

Suarapublic.com Selamat datang di Website Suarapublic yang penuh informasi terkini. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Insight Tentang " Optimalisasi Kantin Sekolah Wakil Kepala BGN Serukan Pemberdayaan Mitra SPPG untuk Program MBG" Simak artikel ini sampai habis

Dalam upaya memperkuat keberadaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Nanik Sudaryati Deyang, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, memberikan arahan tegas kepada mitra Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG). Pada acara Koordinasi dan Evaluasi yang dilaksanakan di Bondowoso, Nanik menegaskan pentingnya peran mitra dalam memberdayakan penjual makanan di sekitar sekolah-sekolah yang menerima manfaat MBG.

Nanik menyatakan bahwa mitra SPPG harus merangkul dan memberdayakan para penjual makanan seperti tukang bakso dan penjual makanan kecil di kantin-kantin sekolah. Ia percaya bahwa dengan memberikan order untuk produk-produk seperti roti, kue, dan makanan lainnya, kantin di sekolah penerima manfaat MBG dapat kembali hidup. “Bisa menjadi alternatif dan solusinya adalah dengan memberdayakan mereka,” tambah Nanik.

Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya terhadap isu yang beredar bahwa kantin-kantin sekolah yang menerima MBG mengalami penurunan omzet. Nanik menekankan bahwa hal ini menjadi tanggung jawab mitra SPPG untuk memastikan para penjual makanan tetap memiliki peluang. Dengan adanya program ini, diharapkan para pengusaha kecil bisa lebih terlibat dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan.

Merujuk pada Peraturan Presiden nomor 115 tahun 2025, Nanik menjelaskan bahwa amanat tersebut mengharuskan penyelenggaraan MBG untuk memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri. Selain itu, pelibatan usaha mikro dan kecil sangat diutamakan. Dengan demikian, potensi ekonomi lokal dapat meningkat, dan para pelaku usaha dapat merasakan dampak positif dari program ini.

Pentingnya pelibatan pengawas gizi dalam program ini juga ditekankan. Nanik menambahkan bahwa pengawas gizi tidak hanya bertugas untuk mengawasi tetapi juga untuk melatih dan memberikan panduan terkait standarisasi gizi, pengolahan makanan yang sehat, dan menjaga higienitas. “Kami berharap mitra lebih peka terhadap kebutuhan sekolah-sekolah penerima manfaat,” ujarnya.

Lebih jauh, Nanik meminta mitra SPPG untuk memiliki rasa kepedulian yang tinggi terhadap kondisi infrastruktur sekolah. Jika terdapat masalah seperti tidak adanya fasilitas WC atau washtafel, mitra diharapkan dapat membantu. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan mitra bukan hanya untuk kepentingan bisnis semata, tetapi juga berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan dan lingkungan bagi para siswa.

“Kami berharap para mitra tidak hanya berfokus pada keuntungan,” kata Nanik. Selain memberikan dukungan kepada penjual makanan, mereka juga bisa memberikan bantuan kepada guru-guru honorer dan tenaga pendidik di sekolah-sekolah tersebut. Misalnya, membantu menyediakan sarung atau mukena bagi mereka yang membutuhkan. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menciptakan kedekatan antara mitra dengan komunitas sekolah.

Dengan segala arahan dan program yang ada, Nanik percaya bahwa kolaborasi antara SPPG, mitra, dan sekolah akan membawa dampak signifikan bagi kesejahteraan siswa. Bagi masyarakat, ini adalah kesempatan untuk melihat tujuan mulia dan cara nyata untuk memberdayakan ekonomi lokal sambil memastikan generasi penerus mendapatkan asupan gizi yang layak.

Oleh karena itu, para mitra SPPG diharapkan untuk lebih proaktif. Setiap langkah kecil yang diambil untuk mendukung para penjual makanan akan memberi kontribusi positif terhadap keberhasilan Program MBG. Nanik mengajak semua pihak untuk bersatu demi menciptakan lingkungan sekolah yang lebih baik untuk anak-anak di seluruh Indonesia.

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya sekadar program penyediaan makanan, tetapi merupakan bagian dari gerakan bersama untuk meningkatkan kesejahteraan dan gizi anak-anak. Dengan sinergi antara berbagai pihak, diharapkan tujuan ini dapat tercapai dengan baik.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.