Banjir Tak Mengalahkan Semangat: Dinkes Bekasi Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Korban
Suarapublic.com Semoga kebahagiaan menyertai setiap langkahmu. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari News. Artikel Mengenai " Banjir Tak Mengalahkan Semangat Dinkes Bekasi Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Korban",Informasi Terkait " Banjir Tak Mengalahkan Semangat Dinkes Bekasi Siapkan Layanan Kesehatan 24 Jam untuk Korban" Simak penjelasan detailnya hingga selesai.
Banjir yang melanda Kabupaten Bekasi dalam dua pekan terakhir telah menimbulkan dampak serius bagi kesehatan masyarakat. Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menyatakan bahwa tim medis telah dikerahkan ke berbagai lokasi banjir untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga yang terdampak. Selain mendirikan posko kesehatan, tim pemantau juga berkeliling untuk melakukan penanganan kesehatan kepada masyarakat, ujar Supriadinata.
Supriadinata juga mengakui bahwa banjir ini menyebabkan munculnya berbagai gangguan kesehatan di kalangan masyarakat. Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan air yang digunakan untuk minum benar-benar bersih serta mewaspadai penyakit yang bersumber dari air tercemar seperti Leptospirosis dan penyakit kulit, tambahnya. Pesan ini diarahkan tidak hanya kepada masyarakat, tetapi juga kepada seluruh tenaga medis yang bertugas di lapangan agar tetap menjaga kondisi tubuh demi optimalisasi kinerja mereka.
Saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi fokus untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan. Supriadinata menekankan pentingnya membentuk pos-pos kesehatan di area terdampak banjir, terutama di wilayah utara Kabupaten Bekasi. Wilayah prioritas penanganan mencakup sejumlah kecamatan seperti Babelan, Tarumajaya, dan Muaragembong. Tim medis bahkan menerapkan sistem jemput bola dengan turun langsung ke lokasi-lokasi banjir dan pengungsian untuk memberikan layanan kesehatan yang dibutuhkan.
Kepala Puskesmas Muaragembong, dr. Ridwan Meito Tomanyira, juga menambahkan bahwa pihaknya menghadirkan layanan puskesmas keliling (pusling) untuk menjangkau warga yang terdampak banjir di sejumlah desa. Pelayanan ini telah menjangkau banyak lokasi banjir maupun pengungsian, mulai dari pagi hingga sore secara jemput bola, jelas Ridwan. Dengan fasilitas kesehatan yang beroperasi penuh, seluruh puskesmas di Kabupaten Bekasi telah diinstruksikan untuk memberikan pelayanan kesehatan selama 24 jam.
Ridwan menjelaskan bahwa tenaga kesehatan dari Puskesmas Muaragembong telah memberikan layanan kesehatan di berbagai lokasi terdampak. Kami memanfaatkan perahu karet dari BPBD Kabupaten Bekasi untuk menjangkau daerah yang sulit diakses karena genangan banjir, tambahnya. Jika ada kasus yang memerlukan penanganan lebih lanjut, mereka akan merujuk pasien ke rumah sakit terdekat. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan meskipun akses terbatas.
Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi siap siaga memberikan pelayanan kesehatan 24 jam bagi korban banjir. Kami menerjunkan tim medis ke lokasi dan melakukan monitoring langsung ke lapangan, ujarnya. Penyakit yang sering ditemui di antara korban banjir adalah diare, gatal-gatal, penyakit kulit, serta infeksi saluran pernapasan akut. Namun, Ridwan mengungkapkan kendala yang dihadapi adalah ketersediaan obat yang semakin terbatas. Kami memerlukan dukungan tambahan obat, jelasnya.
Menurut data BPBD Kabupaten Bekasi per tanggal 1 Februari 2026, banjir masih menggenangi 45 desa di 13 kecamatan, dengan total 194 lokasi yang terendam. Banjir ini juga menyebabkan lumpuhnya akses kendaraan dan perekonomian di daerah tersebut, termasuk di Jalan RA Kartini, yang dilaporkan terhampar genangan air cukup tinggi. Kami membagi tim menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari empat hingga lima puskesmas, ungkap Ridwan.
Akhir kata, Ridwan mengimbau semua tim medis untuk tetap menjaga kesehatan, dengan mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat yang cukup. Selalu bersihkan diri setelah bertugas di lokasi banjir, imbaunya. Dengan upaya kolaboratif dari pemerintah dan tenaga medis, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang optimal di tengah kondisi yang sulit ini.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.