Pramono Pastikan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jl Rasuna Said Dimulai Rabu, 14 Januari 2026!
Suarapublic.com Semoga kebahagiaan menyertai setiap langkahmu. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Informasi Lengkap Tentang " Pramono Pastikan Pembongkaran Tiang Monorel Mangkrak di Jl Rasuna Said Dimulai Rabu 14 Januari 2026" Pelajari setiap bagiannya hingga paragraf penutup.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap mengambil langkah tegas dengan dilakukan pembongkaran Tiang Monorel yang selama ini mangkrak di Jalan HR Rasuna Said. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa proses ini akan dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026. Dalam rencana ini, anggaran yang dialokasikan mencapai Rp254 juta, dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Pembongkaran ini juga menyentu penataan ulang jalan dan trotoar yang terhambat oleh keberadaan tiang monorel tersebut.
Heru Suwondo, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, mengatakan bahwa anggaran pembongkaran ini tidak hanya mencakup biaya pembongkaran, tetapi juga untuk penataan kawasan selama satu tahun penuh. Penataan kawasan ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna jalan di sekitar Jalan HR Rasuna Said dan sekitarnya. Untuk memastikan proses berjalan lancar, Pemprov DKI Jakarta juga telah berkomunikasi dengan pihak Adhi Karya, pemilik aset.
Kondisi tiang monorel yang mangkrak ini sudah menjadi perhatian serius. Sebelumnya, pembongkaran belum dilakukan karena adanya ketidakjelasan dari pemilik aset. Akhirnya, Pemprov DKI memutuskan untuk mengambil langkah mandiri dalam proses ini. Adapun tiang-tiang monorel tersebut sebanyak 98 unit yang tersebar di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.
Pembongkaran ini diperkirakan akan memakan waktu cukup lama, karena dilakukan bersamaan dengan penataan ulang jalan. Pramono menjelaskan bahwa tujuan dari pembongkaran dan penataan ini adalah untuk kebutuhan pengaturan dan penataan area pedestrian serta jalan, sehingga memerlukan waktu satu tahun untuk menyelesaikannya.
Pihak Pemprov DKI Jakarta memproyeksikan total anggaran mencapai sekitar Rp100 miliar untuk menyelesaikan penataan jalan, termasuk jalan, taman, dan fasilitas penunjang lainnya selama satu tahun penuh. Jadi yang pertama anggaran untuk membongkar saja Rp254 juta, ungkap Pramono. Ia mengingatkan bahwa anggaran ini terpisah dari total yang dialokasikan untuk penataan kawasan.
Heru menambahkan, meskipun tiang monorel tercatat sebagai aset PT Adhi Karya Tbk, namun tanah dan jalan adalah aset Pemprov DKI Jakarta. Dengan adanya izin yang diberikan, pihaknya siap untuk melakukan pembongkaran secara bertahap. Proses ini direncanakan tidak akan mengganggu arus lalu lintas secara total, dan sebisa mungkin pembongkaran akan dilakukan pada malam hari untuk meminimalkan kemacetan yang mungkin terjadi di siang hari.
Gubernur Pramono menegaskan bahwa pihaknya sudah mengirimkan surat kepada PT Adhi Karya Tbk jauh-jauh hari sebelum rencana pembongkaran ini. Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov DKI untuk menyelesaikan masalah monorel yang mangkrak dan menata kawasan yang selama ini terganggu. Kan Pak Gub sudah menyampaikan, sudah disampaikan ke Adhi Karya, jelasnya.
Dengan langkah ini, diharapkan masalah tiang monorel yang mangkrak bisa segera teratasi, dan kualitas infrastruktur di Jakarta, terutama Jalan HR Rasuna Said, dapat semakin baik. Ini menjadi langkah maju bagi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam menata kawasan publik, sehingga memberikan kenyamanan bagi masyarakat ketika beraktivitas di lingkungan tersebut.
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.