Transformasi Pantai Pasir Putih Tlangoh: Sinergi Warga dan Pertamina Hulu Energi Ciptakan Daya Tarik Wisata Baru!

redaksi
23, Desember, 2025, 06:40:58
Transformasi Pantai Pasir Putih Tlangoh: Sinergi Warga dan Pertamina Hulu Energi Ciptakan Daya Tarik Wisata Baru!

Suarapublic.com Selamat datang di Website Suarapublic yang penuh informasi terkini. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Catatan Mengenai " Transformasi Pantai Pasir Putih Tlangoh Sinergi Warga dan Pertamina Hulu Energi Ciptakan Daya Tarik Wisata Baru" simak terus penjelasannya hingga tuntas.

Pantai Pasir Putih Tlangoh di Madura mengalami transformasi yang signifikan dari tempat pembuangan sampah menjadi destinasi wisata menarik. Kesepakatan antara Pemerintahan desa dan tokoh masyarakat melahirkan sebuah langkah untuk mengubah wajah pantai ini. Dorongan ini muncul dari kebutuhan mendesak untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di daerah tersebut tanpa memaksa warga untuk merantau. Pengetatan aturan seiring dengan pengembangan wisata menjadi langkah strategis yang diambil bersama Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO).

Kepala Desa Tlangoh, Kudrotul Hidayat, mengungkapkan betapa wilayah yang dulunya tidak memiliki nilai kini tengah bertransformasi. Berdasarkan kajian yang dilakukan, timbulan sampah harian mencapai 14 kilogram. Kajian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pun mengungkapkan bahwa abrasi di Pantai Tlangoh mencapai tujuh meter per tahun. Sementara itu, lapak-lapak kecil mulai bermunculan di tepi pantai dan orang-orang mulai berdatangan untuk berendam serta menikmati suasana laut yang menyegarkan.

Perubahan signifikan dimulai pada tahun 2019, saat kesepakatan lahir bahwa Pantai Tlangoh akan dijadikan sebagai destinasi wisata. Namun, tantangan baru muncul dari dampak abrasi yang terus mengancam. Warga bersama PHE WMO dibekali pengetahuan tentang pengelolaan wisata dan cara menjaga kelestarian pantai. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah pemasalahan gelombang heksagonal atau hexa reef, yang dipasang untuk menahan laju abrasi.

Sayangnya, program ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, tetapi dilanjutkan setelah perencanaan strategis disusun ulang. Total 395 unit hexa reef dipasang, dengan ukuran masing-masing 1,5 meter. Namun, panjang perlindungan yang baru mencapai 300–400 meter, yang jelas masih jauh dari kebutuhan ideal yang mencapai dua kilometer. Sekitar 40 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kini bergantung pada arus wisatawan yang datang ke pantai.

Sejak Kudrotul Hidayat menjabat pada 2016, ia menyaksikan langsung bagaimana pesisir tersebut terabaikan. Ia mengungkapkan rasa terima kasih terhadap Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) yang telah membantu mengembangkan sektor pariwisata di daerahnya. Kami sangat berterima kasih atas dukungan ini, ungkapnya saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

Namun, abrasi masih memberikan dampak. Drainase yang buruk menyebabkan genangan air yang luas dan memperparah abrasi. Meskipun pemasangan hexa reef membantu, dampaknya belum cukup signifikan. Zainudin, pengurus Pokdarwis yang bertanggung jawab dalam pengembangan, juga membenarkan adanya dukungan dari PHE WMO yang menjadi pemicu perubahan ini. Keputusan untuk mengembangkan wisata di pantai tersebut diambil meski dengan segala risiko yang ada.

Berbagai fasilitas baru mulai ditambah, seperti ayunan, perlengkapan pantai, dan tempat duduk. Alhamdulillah, saat masa viral, pengunjung kami mencapai ribuan orang, terutama di akhir pekan atau musim liburan, ungkap Zainudin. Manfaat yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah peningkatan ekonomi masyarakat setempat, di mana orang yang sebelumnya merantau kini dapat bekerja di kampung halaman mereka.

Dengan sekitar 40 UMKM yang aktif berperan, ekonomi lokal pun berkembang pesat. Pengunjung yang datang karena rasa penasaran membutuhkan pengalaman yang luar biasa agar mau kembali. Oleh karena itu, pembenahan sumber daya manusia menjadi fokus, dengan pelatihan yang diadakan dan tutor nasional yang didatangkan untuk memastikan kepuasan pengunjung.

Paket wisata seperti “Cafe on the Bus” pun dirancang, menggabungkan ziarah ke makam di Bangkalan, perjalanan pesisir, dan berhenti di Pantai Tlangoh. Program yang sempat berjalan sebelum pandemi kini direncanakan diaktifkan kembali, dengan harapan setiap tahunnya muncul fasilitas ikonik agar pantai ini tidak hanya jadi tempat singgah sesaat.

Kepala Desa Tlangoh menekankan rasa terima kasih kepada SKK Migas melalui PHE WMO yang terus mendukung pembangunan wisata pantai ini secara berkelanjutan. Dengan kolaborasi dan kerja keras masyarakat, Pantai Tlangoh kini menjadi contoh nyata bagaimana sebuah komunitas dapat bangkit dan menciptakan peluang dari kondisi yang sulit.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.