Pramono Anung Menggiring Aksi: BPBD Diterjunkan untuk Modifikasi Cuaca di Jakarta Selama 5 Hari!

redaksi
13, Januari, 2026, 20:53:58
Pramono Anung Menggiring Aksi: BPBD Diterjunkan untuk Modifikasi Cuaca di Jakarta Selama 5 Hari!

Suarapublic.com Hai selamat membaca informasi terbaru. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Konten Yang Membahas " Pramono Anung Menggiring Aksi BPBD Diterjunkan untuk Modifikasi Cuaca di Jakarta Selama 5 Hari" Jangan lewatkan bagian apapun keep reading sampai habis.

Jakarta, khususnya DKI Jakarta, tengah menghadapi tantangan cuaca yang ekstrem. Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terbukti efektif dalam meredam intensitas hujan pada Selasa (13/1/2026). Dalam keterangan yang disampaikan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Pramono menjelaskan bahwa Pemprov DKI telah menyiapkan anggaran maksimal untuk OMC selama 30 hari mendatang jika cuaca ekstrem terus berlangsung.

“Kalau hari ini tidak dilakukan modifikasi cuaca, enggak mungkin hujannya hanya sebentar seperti tadi,” tegas Pramono. Ia mencerminkan keyakinannya bahwa langkah cepat harus diambil untuk mengatasi masalah cuaca yang dapat berpotensi memicu banjir. “Bahkan kami sudah menganggarkan dalam waktu 30 hari ini, katakanlah kalau harus tiap hari modifikasi cuaca akan kami lakukan,” jelasnya lebih lanjut.

Pramono juga telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk melakukan OMC secara berkala. “Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk melakukan modifikasi cuaca selama lima hari ini,” ujarnya. Dengan langkah ini, Pemprov DKI berharap dapat mengurangi risiko bencana akibat curah hujan yang tinggi. Menurutnya, jika pihaknya tidak mengimplementasikan modifikasi cuaca, dampak dari curah hujan saat ini bisa jauh lebih parah.

Sebelumnya, Jakarta diguyur hujan deras yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah pada Senin (12/1/2026). “Kalau kita tidak lakukan modifikasi cuaca, sebenarnya dampaknya lebih dari yang sekarang ini,” ungkap Pramono. Analisis Pramono juga merujuk pada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan potensi hujan lebat dan angin kencang di area Jakarta dalam seminggu ke depan. Oleh karena itu, OMC selama lima hari ini menjadi respon yang tepat.

Data dari BMKG merupakan acuan penting dalam pengambilan keputusan terkait OMC. Pramono mengantarkan harapan bahwa prosedur ini akan membuat kota lebih terkendali. “Karena hitungan yang kami lakukan, dampak banjir dibandingkan dengan melakukan modifikasi cuaca, maka lebih baik dilakukan modifikasi cuaca,” tegasnya. Dengan perhitungan yang matang, keputusan ini diharapkan dapat mencegah bencana besar yang lebih merusak.

Menanggapi situasi ini, warga di Jakarta juga merasakan dampak hujan yang tidak seberat sebelumnya berkat langkah modifikasi cuaca yang diambil pemerintah. Namun, tetap saja, risiko banjir tetap menjadi perhatian utama. Dalam analisis Pramono, dampak positif dari modifikasi cuaca menunjukkan bahwa keputusan yang diambil memang berdasarkan informasi dan data yang akurat.

Keyakinan ini bukan tanpa alasan. Pramono yakin bahwa OMC yang dilakukan tidak hanya mengurangi curah hujan dalam jangka pendek, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mitigasi bencana ke depan. Kerjasama antara berbagai instansi terkait, termasuk BPBD dan BMKG, merupakan kunci kesuksesan program ini.

Dalam catatan sejarah, Jakarta sering dikenal dengan masalah banjir, terutama saat musim hujan. Perubahan iklim yang semakin nyata menambah tantangan bagi wilayah urban seperti Jakarta. Oleh karena itu, modifikasi cuaca menjadi salah satu alternatif yang perlu dieksplor lebih lanjut untuk menjaga keberlangsungan hidup warga.

Pramono Anung, dalam pernyataannya, berkomitmen untuk terus memantau dan bersiap menghadapi setiap kemungkinan terkait cuaca yang dapat berdampak pada masyarakat. Dengan demikian, ia berharap kepemimpinannya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi warganya di tengah perubahan cuaca yang tidak menentu.

Pada akhirnya, langkah yang diambil oleh Pemprov DKI Jakarta ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam menghadapi perubahan cuaca yang mengkhawatirkan. Complicated dan unpredictable, cuaca di Jakarta perlu dihadapi dengan strategi yang tepat agar dampak buruk serupa bisa diminimalisasi di masa depan.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.