Menhut Raja Juli Bersih-bersih: Perangi Perdagangan Ilegal dan Kawal Repatriasi Orangutan!
Suarapublic.com Selamat membaca semoga bermanfaat. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Informasi Mendalam Seputar " Menhut Raja Juli Bersihbersih Perangi Perdagangan Ilegal dan Kawal Repatriasi Orangutan" Ikuti penjelasan detailnya sampai bagian akhir.
Hari penuh kebahagiaan menyaksikan kerja keras yang melibatkan kementerian serta lembaga internasional untuk memulangkan empat orangutan Sumatera dan Tapanuli. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang terlibat dalam proses repatriasi ini, termasuk Kementerian Luar Negeri, Bea Cukai Kementerian Keuangan, serta Badan Karantina Hewan dari Kementerian Pertanian, dan mitra seperti Centre for Orangutan Protection.
Namun, rumah tempat satwa liar ini berada masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Oleh karena itu, proses repatriasi ini menjadi suatu keharusan bagi Kementerian Kehutanan untuk mengevaluasi dan memastikan bahwa hutan sebagai rumah orangutan dapat terjaga dengan baik.
Proses pemulangan empat ekor orangutan dari Thailand ke Indonesia dipimpin oleh Raja Juli Antoni. Ia menyatakan bahwa repatriasi merupakan langkah penting bagi negara dalam melindungi satwa liar yang dilindungi yang sering menjadi korban perdagangan ilegal. Selama penerbangan, orangutan ditempatkan dalam kandang khusus sesuai dengan standar IATA dan didampingi oleh dokter hewan untuk menjaga kondisi kesehatan mereka.
Raja menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas perdagangan satwa liar. Ia juga ingin memperkuat kerjasama antar lembaga dan kementerian untuk lebih serius menjaga perbatasan dari perdagangan ilegal. Keempat orangutan ini tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 19.00 menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA-867.
Penyerahan resmi dilakukan oleh Pemerintah Thailand kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui KBRI Bangkok. Keempat ekor orangutan ini merupakan korban dari perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan oleh otoritas Thailand pada bulan Januari dan Mei 2025. “Ini juga merupakan kebahagiaan bagi mereka berempat,” ujar Raja Juli Antoni di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.
Meski berhasil mengembalikan empat orangutan tersebut, Raja merasa sedih karena praktik jual beli satwa liar masih terus berlangsung. Dalam rapat, Menteri Kehutanan telah mencabut izin penggunaan lahan seluas 1 juta hektar.
Diketahui bahwa saat disita, keempat orangutan tersebut diperkirakan masih di bawah satu bulan dan ditetapkan sebagai barang bukti oleh Department of National Park, Wildlife and Plant Conservation (DNP) Thailand. Selama proses hukum, orangutan dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre, Provinsi Ratchaburi. Keempat orangutan terdiri dari tiga ekor orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan satu ekor orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang akan dititip rawatkan di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, untuk proses rehabilitasi hingga siap dilepasliarkan.
- ➝ Gus Yaqut Ditetapkan Tersangka: Kuasa Hukum Tegaskan Komitmen Hormati Proses Hukum
- ➝ PSI Siap Ubah Basis PDIP Menjadi Kandang Gajah: Analisis Perolehan Suara dan Kursi di Jawa Tengah
- ➝ Momen Mendebarkan: Menteri Keuangan Purbaya Nikmati Ayam Penyet Kaki Lima, Bukti Kesederhanaan di Tengah Tugas Negara!
✦ Tanya AI
Saat ini AI kami sedang memiliki traffic tinggi silahkan coba beberapa saat lagi.