IDXCarbon Optimis Jual 1,4 Juta Ton Karbon: Peluang Investasi Hijau Menggiurkan?

redaksi
25, November, 2025, 19:41:23
   IDXCarbon Optimis Jual 1,4 Juta Ton Karbon: Peluang Investasi Hijau Menggiurkan?

Suarapublic.com Assalamualaikum semoga kita selalu dalam kebaikan. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Artikel Mengenai " IDXCarbon Optimis Jual 14 Juta Ton Karbon Peluang Investasi Hijau Menggiurkan",Informasi Terkait " IDXCarbon Optimis Jual 14 Juta Ton Karbon Peluang Investasi Hijau Menggiurkan" Simak baik-baik setiap detailnya sampai beres.

Suarapublic.com,Bursa Efek Nasional (BEI) melalui IDXCarbon tengah bersiap merealisasikan potensi transaksi besar dalam peta perdagangan karbon nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Nasional (BEI) melalui IDXCarbon tengah bersiap merealisasikan potensi transaksi besar dalam peta perdagangan karbon nasional.

Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan adanya sinyal kuat minat pembelian unit karbon dalam jumlah pasif, yakni mencapai 1,4 juta ton CO2 ekuivalen (CO2e).

Ada minat membeli 1,4 juta ton CO2 equivalent dari unit karbon yang tercatat di IDXCarbon, ujar Jeffrey di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (25/11/2025).

Minap pembelian ini berkaitan erat dengan momentum konferensi iklim global, Conference of the Paties (COP) KE-30, yang diselenggarakan di Brasil.

Pembeli global yang membidik momentum COP30 Brasil cenderung sangat selektif dan memprioritaskan kredit karbon yang transparan, terukur, serta bebas dari greenwashing.

Hal ini menandakan bahwa kredit karbon asal Nasional, khususnya yang berbasis alam dan energi terbarukan, memiliki daya tarik kompetitif di mata pembeli internasional yang membutuhkan offset emisi berkualitas tinggi.

Jeffrey menjelaskan bahwa permintaan tersebut bukan sekedar wacana, melainkan peluan bisnis nyata yang harus segera ditangkap.

Jeffry Hendrik menegaskan bahwa fokus utama IDXCarbon saat ini adalah memastikan agar minat beli tersebut dapat bertemu dengan unit karbon yang tersedia di pasar.

Tantangan utamanya bykan hanya pada pemenuhan kuota angka, tetapi pada kualitas dan integritas unit karbon yang diperdagangkan.

Realisasi dari minat pembelian 1,4 juta ton karbon ini memerlukan strategi matching yang presisi antara sisi permintaan dan ketersediaan pasokan.

Keberhasilan mempertemukan penjual dan pembeli dalam volume jumbo ini akan menjadi pembuktian vital bahwa ekosistem bursa karbon Nasional mampu memfasilitasi tranksaksi skala dunia dengan standar tata kelola ketat.

Angka ini menjadi indikator positif bagi likuiditas pasar karbon Nasional yang terus mendorong pertumbuhannya oleh regulator dan pelaku pasar.

Potensi transaksi sebesar 1,4 juta ton ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap likuiditas pasar skunder di IDXCarbon yang selama ini masih berkembang.

Masuknya permintaan dalam jumlah besar dan menciptakan harga acuan (price benchmark) yang lebih jelas dan transparan, sehingga memberikan insentif ekonomi yang menarik bagi sektor swasta untuk lebih agresif dalam melakukan dekarbonisasi operasional mereka.

Rencana transaksi ini diharapkan dapat memecah kebuntuan likuiditas di bursa karbon dan membuktikan bahwa mekanisme perdagangan karbon di Nasional telah berjalan sesuai standar global.

Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu tansaksi terbesar yang pernah dicatatkan IDXCarbon, memberikan sinyal kepercayaan kuat bagi investor dan pengembangan proyek hijau lainnya di tanah air.

Hal ini menuntut kesiapan dan kecepatan para pengembang proyek (project developers) di Nasional untuk segera mendaftarkan, memvaliditas, dan menerbitkan sertifikat penurunan emisi mereka melalui Sistem Registrasi Nasional (SRN PPI).

Oleh karena itu, BEI bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat infrastruktur perdagangan agar proses yransaksi berjalan efisien, wajar, dan teratur.

Lebih jauh, Transaksi yang dikatikan dengan agenda COP30 Brasil ini memperkuat posisi tawar Nasional dalam diplomasi iklim global.

Dengan menjual kredit karbon melalui mekanisme bursa yang terorganisir, Nasional menunjukkan bahwa upaya konservasi hutan dan transisi energi dapat menghasilkan nilai ekonomi nyata (economic velue).

Hal tersebut dikarenakan hutan mangrove, di samping menjadi penahan abrasi, juga mempunyai daya serap karbon lima kali lipat dari hutan daratan.

Green Coke memiliki peran penting untuk berbagai sektor industri skala besar diantaranya yaitu sebagai bahan baku dalam pembuatan Anoda Grafit Aritifisial (Komponen pembuatan Baterai seperti di Electric Vehicle, Electronic, dll).

Kemudian Bahan baku Calcined Coke (digunakan sebagai bahan pengurai pada pabrik alumunium; Reduktor dalam proses peleburan timah; Bahan penambah kadar karbon pada industri logam atau pelebur baja); Alternatif bahan bakar (digunakan sebagai alternatif efisien bahan bakar dalam proses industri, dikarenakan memiliki nilai kalori (Net Calorific Value) yang lebih tinggi.

Green Coke yang dipasarkan oleh Pertachem hadir dengan spesifikasi unggul, yaitu dengan kadar sulfur rendah sebesar 0,5% (Low Sulphur) dan Ash Content hanya 0,1%.

Dengan kandungan sulfur yang lebih rendah berkontribusi pada kualitas udara yang lebih baik dan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.