Anak Riza Chalid Buka Suara dari Balik Jeruji: Bela Sang Ayah dengan Surat Menyentuh!

redaksi
25, November, 2025, 19:41:22
   Anak Riza Chalid Buka Suara dari Balik Jeruji: Bela Sang Ayah dengan Surat Menyentuh!

Suarapublic.com Bismillah semoga semua urusan lancar. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Artikel Dengan Tema " Anak Riza Chalid Buka Suara dari Balik Jeruji Bela Sang Ayah dengan Surat Menyentuh" Dapatkan wawasan full dengan membaca hingga akhir.

Suarapublic.com, Kerry menyampaikan pembelaannya di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat pada Selasa (25/11/2025), terkait bisnisnya dengan Pertamina.

Menurut Kerry, usahanya memberikan keuntungan besar bagi Pertamina dan negara, dengan efisiensi mencapai Rp 145 miliar per bulan, seperti yang dinyatakan saksi dari Pertamina di persidangan.

Ia menegaskan bahwa kilang yang disediakannya bermanfaat untuk menyimpan cadangan energi bahan bakar, membantu negara menghemat dan memperkuat distribusi energi.

Faktanya, kegiatan saya membantu negara menghemat dan memperkuat distribusi energi, dengan manfaat hingga Rp 145 miliar per bulan, terbukti di persidangan, ujarnya.

Kerry juga membantah keterlibatan ayahnya dalam bisnisnya, menyatakan bahwa usaha tersebut adalah miliknya sendiri.

Ia menyoroti penetapan Riza Chalid sebagai DPO dan tuduhan terhadap ayahnya sebagai beneficial owner OTM, yang menurutnya tidak berdasar.

Bisnis saya hanyalah menyewakan tangki penyimpanan BBM kepada Pertamina. Terminal tangki BBM ini saya beli dengan menggunakan pinjaman bank, bukan warisan, dan sampai kini setelah lebih dari 10 tahun pinjaman bank OTM pun belum lunas, jelasnya.

Kerry juga membantah tudingan bahwa dirinya adalah sumber masalah negeri dan dalang pendanaan demonstrasi 'Bubarkan DPR'.

Ia menegaskan bahwa fakta inti sering dipelintir dan angka efisiensi Rp 145 miliar tidak memiliki dasar audit resmi.

Ini adalah pembunuhan karakter, tegasnya.

Kerry menjelaskan bahwa selama 10 tahun kontrak, tangki BBM OTM dipakai secara maksimal dan memberikan manfaat kepada negara, serta tidak ditemukan pelanggaran hukum dalam kerja sama tersebut menurut BPKP dan KPK.

Ia juga menyinggung pernyataan mantan Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, yang tidak tahu siapa pemilik OTM.

Kerry menekankan bahwa terminal Merak yang disewakannya kepada Pertamina terbukti meningkatkan kapasitas stok BBM nasional, menekan biaya impor, dan menambah efisiensi distribusi.

Ini manfaatnya nyata, bukan korupsi, ujarnya.

Kerry tidak meminta perlakuan istimewa, tetapi memohon proses hukum yang adil dan tidak didikte oleh fitnah, opini, atau kepentingan tersembunyi.

Ia meminta media untuk mengawal kasusnya secara obyektif dan siap dihukum jika bersalah, namun meminta agar tidak dikriminalisasi jika kebenaran berkata lain.

Jadi saya di sini menulis surat, ini saya titipkan ke Bang Patra, mohon dibaca ya, ada isi pikiran saya, tolong bantu kawal media ini sidang saya agar kebenaran terungkap, tandas Kerry.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.