Menhut Raja Juli: Upaya Intensif Cegah EEHV Setelah Kepergian Anak Gajah di Riau

redaksi
23, Desember, 2025, 06:40:59
Menhut Raja Juli: Upaya Intensif Cegah EEHV Setelah Kepergian Anak Gajah di Riau

Suarapublic.com Semoga kebahagiaan menyertai setiap langkahmu. Pada Edisi kali Ini, Suarapublic akan menyampaikan informasi menarik dari Nasional. Konten Yang Menarik Tentang " Menhut Raja Juli Upaya Intensif Cegah EEHV Setelah Kepergian Anak Gajah di Riau" Tetap fokus dan simak hingga kalimat terakhir.

Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui kerja sama dengan pusat konservasi Vantara dari India melancarkan inisiatif untuk mencegah kematian Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus). Hal ini dilakukan terutama untuk menanggulangi infeksi Elephant Endotheliotropic Herpes Virus (EEHV) yang telah merenggut banyak nyawa gajah. Menurut Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, upaya pencegahan kematian gajah ini sangat penting dan membutuhkan pengetahuan serta keterampilan yang adekuat untuk mendeteksi gejala sejak dini.

Kemarin, terjadi sebuah kejadian tragis di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Sebanga, Bengkalis, Riau, di mana seekor anak gajah bernama Laila meninggal dunia akibat infeksi EEHV. Hal ini memicu perhatian khusus dari pemerintah. Menurut Raja Antoni, insiden ini harus menjadi dorongan untuk meningkatkan perhatian terhadap kesehatan gajah. Dia berkomitmen untuk memberikan dukungan maksimal dalam upaya preventif ini.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, mengungkapkan bahwa kedatangannya ke Riau adalah untuk mengevaluasi kondisi gajah. Hari ini kita mengunjungi Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina di Balai Besar KSDAE Riau, bersama tim Vantara dari India, ujarnya. Keikutsertaan tim luar negeri ini bertujuan untuk bersama-sama melakukan evaluasi dan melihat keadaan gajah yang berada dalam penangkaran.

CEO Fauna Land Indonesia, Danny Gunalen, mengungkapkan bahwa pihaknya siap mendukung pemerintah dalam melakukan survei dan penanganan kesehatan gajah di TWA Buluh Cina. Kerjasama ini sangat penting untuk melaksanakan analisis medis dan melakukan langkah-langkah preventif terhadap penyebaran virus EEHV. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan populasi Gajah Sumatera dapat diselamatkan tidak hanya dari ancaman virus, tetapi juga dari kehilangan habitat ekosistem mereka.

Menhut Raja Antoni juga meminta bantuan dari Fauna Land Indonesia untuk mendatangkan dokter gajah dari Vantara di India. Untuk mencegah kejadian serupa, kita perlu pengetahuan dan keterampilan yang cukup, katanya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam mencegah serta menangani masalah kesehatan gajah di Indonesia.

Bersamaan dengan itu, Fauna Land Indonesia dan Tim Vantara India tiba di Riau pada Senin (22/12). Meski kerjasama ini dimulai di Buluh Cina, rencana ke depan adalah menjaga seluruh kantong gajah di Taman Nasional Tesso Nilo, Sebanga, Way Kambas, dan lokasi lainnya. Tim dokter spesialis gajah dari India turut melakukan diagnosis awal untuk memahami kondisi kesehatan serta kesejahteraan gajah, terutama pasca merebaknya penyakit herpes.

Tim Vantara melaksanakan survei untuk mendiagnosis dan mempelajari kesejahteraan gajah di lokasi-lokasi tersebut. Kami telah melihat kondisi dan akan mengambil langkah-langkah preventif dari segi medis secara berkala untuk menghindari kematian lebih lanjut, jelas Satyawan Pudyatmoko. Kolaborasi lintas negara ini diharapkan bisa memperkuat sistem perlindungan gajah di Indonesia.

Inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi model penanganan kesehatan satwa liar yang lebih terukur dan berbasis data. Dengan pendekatan preventif yang lebih awal, diharapkan ancaman terhadap populasi gajah dapat dikurangi. Dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak adalah kunci untuk mencapai tujuan ini dan menyelamatkan Gajah Sumatera dari ancaman yang lebih besar ke depannya.

Silahkan baca artikel selengkapnya di bawah ini.